2022, Jerman Tutup Seluruh Pembangkit Nuklir


Parlemen Jerman menyetujui rencana untuk menutup pembangkit listrik tenaga nuklir di negeri tersebut pada tahun 2022 mendatang. Langkah ini membuat motor penggerak ekonomi Eropa itu fokus ke ambisi mereka untuk menggunakan energi terbarukan.

Rencana penutupan PLTN itu terjadi setelah kasus kebocoran reaktor nuklir akibat gempa dan tsunami Jepang. Dari pemungutan suara, 513 anggota parlemen setuju penutupan, 79 tidak setuju, dan 8 abstain.

Dari 17 reaktor nuklir yang beroperasi di negeri tersebut, sebanyak 8 di antaranya langsung ditutup secara permanen. Sementara 9 reaktor lainnya akan ditutup secara bertahap hingga akhir 2022.

Pada tahun 2020, Jerman berencana untuk melipatgandakan energi yang didapat dari air, angin, matahari, dan biogas setidaknya hingga 35 persen kebutuhan energi. Sampai tahun ini sendiri, sumber energi nuklir memasok sekitar 25 persen dari kebutuhan listrik nasional.

"Orang bertanya-tanya, apakah Jerman mampu melakukan hal ini? Pasalnya, ini merupakan kali pertama salah satu negara industri utama menyatakan siap melakukan revolusi teknologi dan ekonomi seperti ini," kata Norbert Roettgen, Menteri Lingkungan Jerman, seperti dikutip dari AP, 1 Juli 2011.

Roettgen menyebutkan, pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa Jerman siap untuk itu. "Ini akan membawa dampak yang baik bagi Jerman," ucapnya.

Pemerintah sendiri belum merinci lebih detail seputar rencana mereka untuk beralih ke sumber energi terbarukan. "Tentu itu akan memakan biaya besar. Namun itu tidak akan melampaui beban yang harus kita tanggung," ucap Roettgen. (sj)
• VIVAnews

Leave a Reply

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...